Jurnalisme Warga / Homeless Media
Di tengah kemajuan teknologi informasi, jurnalisme tidak lagi menjadi monopoli wartawan profesional saja. Saat ini, kita mengenal apa yang disebut jurnalisme warga, sebuah konsep di mana masyarakat umum, tanpa latar belakang pendidikan jurnalistik khusus, dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi, melaporkan peristiwa, atau menyuarakan isu-isu lokal yang penting. Salah satu bagian dari fenomena ini dikenal dengan istilah homeless media.
Apa Itu Jurnalisme Warga?
Menurut laman Wikipedia, Jurnalisme warga atau citizen journalism adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. Dalam jurnalisme warga, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen media tapi juga bisa terlibat dalam proses pengelolaan informasi itu sendiri. Pelibatan itu meliputi membuat, mengawasi, mengoreksi, menanggapi, atau sekadar memilih informasi yang ingin dibaca.
Jenis-Jenis Jurnalisme Warga
Citizen journalism memiliki berbagai jenis di antaranya adalah sebagai berikut:
Print journalism
Jurnalisme warga biasanya menghasilkan sebuah berita dalam bentuk tulisan yang dicetak ke dalam bentuk brosur atau flyer.
Broadcast journalism
Saat ini ada beberapa media massa yang memanfaatkan konsep citizen journalism dengan menerima berita dalam bentuk video, foto, tulisan dari warga yang nantinya akan dipublikasikan melalui broadcasting.
Internet journalism
Jurnalisme warga mungkin saat ini paling sering ditemui lewat internet journalism. Banyak warga yang memanfaatkan media sosialnya untuk menyebarkan informasi berita. Baik itu berupa foto, video maupun tulisan.
Photojournalism
Photojournalism bisa menjadi wadah untuk citizen journalism yang memiliki bakat foto yang bagus dan bisa memiliki kesempatan menjadi jurnalis profesional.
Apa Itu Homeless Media?
Dilansir dari majalahketik.com, pada perubahan era digital, jurnalisme warga memunculkan istilah baru dalam perkembangan dunia jurnalisme di Indonesia yang disebut sebagai Homeless Media atau Media Tanpa Rumah. Homeless Media merupakan sebuah praktik jurnalistik baru di mana akun-akun media dapat mengembangkan model bisnis mereka di media sosial, seperti Instagram, X, Facebook, dan YouTube.
Homeless Media tidak terikat dengan etik jurnalistik dalam memproduksi sebuah konten media, sehingga kebanyakan informasi yang disebar tidak melewati verifikasi kebenaran yang menyebabkan rawan hoaks, karena bahan informasi yang diambil berasal dari akun lain di media sosial yang sedang populer (viral).
Beberapa Contoh Homeless Media
Dilansir dari Meconline, ada beberapa contoh homeless media melalui platform Instagram terutamanya, yaitu:
Folkative (@folkative)
Konten yang disajikan Folkative cukup menarik banyak perhatian audiens karena dikemas secara ringkas dan to the point. Jenis informasi yang disediakan Folkative juga beragam dengan ciri khas caption menggunakan Bahasa Inggris.
Lambe Turah (@lambe_turah)
Berbeda dengan Folkative yang menampilkan berbagai jenis informasi, Lambe Turah memfokuskan konten mereka seputar kehidupan artis dan influencer. Konten yang diunggah kadang kala bersifat provokatif, namun traffic yang didapatkan lebih banyak ketimbang media mainstream lain.
Wow Fakta (@wowfakta)
Wow Fakta menyediakan informasi seputar binatang, hobi, kebiasaan, dan paling utama yang sedang viral. Konten disajikan dalam bentuk fakta-fakta unik, menarik, dan tidak biasa.
Kesimpulan
Jurnalisme warga dan Homeless Media membuktikan bahwa setiap orang berhak untuk bersuara dan menyampaikan realitas hidup mereka. Di tengah dunia yang penuh dengan narasi arus utama, mereka berperan penting dalam menghadirkan perspektif yang autentik dan mendorong perubahan sosial. Lalu pada akhirnya dapat mengarah pada perubahan yang lebih baik di tingkat individu maupun kolektif.

Comments
Post a Comment